Kamis, 25 Juli 2013

Tips Terbaik Budidaya Dan Menanam Apel

Apel adalah jenis Buah-buahan yang menghasilkan, Buah apel biasanya berwarna merah kulitnya jika telah masak, telah siap untuk di makan, Namun bisa juga kulinya berwarna hijau dan kuning. Dan kulit buahnya agak lembek, Daging buahnya keras Dan juga memiliki beberapa biji di dalam dagingnya.

Yang pertama sekali di tanam buah apel tersebut di daerah Asia tengah, Dan kini apel telah berkembang di banyak daerah di dunia yang bersuhu udaranya lebih dingin. Apel adalah merupakan tanaman buah tahunan yang berasal dari daerah asaia barat dengan iklim subtropis. Dan di negara indonesia telah di tanam semenjak tahun 1934 hingga saat sekarang ini.

 Tips Terbaik Budidaya Dan Menanam Apel


Jenis tanaman apel menurut Sistematika tanaman apel termasuk dalam :

1. Divisio : Spermatophyta
2. Subdivisio : Angiospermae
3. Klas : Dicotyledonae
4. Ordo : Rosales
5. Famili : Rosaceae
6. Genus : Malus
7. Spesies : Malus sylvestris Mill

Dari Spesies sylvestris Mill tersebut Terdapat bermacam-macam varietas yang memiliki Ciri-ciri atau kekhasan yang tersendiri. Beberapa varietas Apel unggulan antara lain adalah : Rome Beauty, Manalagi, Anna, Princess noble, Dan Wangli/Lali jiwo. Nah berikut di bawah ini Lansung saja kita pada inti artikel Tips Terbaik Menanam Dan Budidaya Apel tersebut.

Manfaat Tanaman

Buah apel banyak mengandung Vitamin C  Dan B, Selain dari itu buah apel kerap menjadi pilihan para pelaku diet sebagai makanan Substitusi.

Sentra Penanaman

Di Negara Indonesia Buah apel dapat tumbuh dan berbuah, Baik pada daerah yang dataran Tinggi. Sentra produksi buah apel di daerah malang (Batu dan Poncokusumo) Dan juga pasuruan (Nongkojajar), Jatim. Di daerah ini buah apel telah di usahakan semenjak tahun (1950) Kemudian berkembang pesat pada tahun (1960) sampai saat ini. Selain dari itu, pada daerah yang banyak di tanami buah apel adalah di jawa timur, (Kayumas-Situbondo, Banyuwangi) Di jawa tengah (Tawangmangu), Di daerah bali (Buleleng dan Tabanan), Di Nusa tenggara barat dan Nusa tenggara timur Juga Sulawesi selatan, Sedangkan sentra penanaman di dunia berada di Eropa, Amerika, Dan Australia. 


Syarat Tumbuh

1. Iklim

1. Curah hujan yang ideal adalah (1.000-2.600 mm/Tahun Dengan hari hujan 110-150 hari/tahun). Dalam setahun banyaknya bulan basah atau hujan adalah 6-7 bulan dan bulan kering 3-4 bulan. Curah hujan yang tinggi pada saat berbunga akan menyebabkan bunga gugur sehingga tidak dapat menjadi buah.

2. Tanaman Apel membutuhkan cahaya matahari yang cukup antara (50-60%) di setiap harinya. Terutama pada saat Pembungaan.

3. Suhu yang sesuai berkisar antara (16-27Derajat C).

4. Kelembaban udara yang di kehendaki atau di butuhkan tanaman Apel sekitar (75-85%).


Media Tanam

1. Tanaman apel tumbuh dengan baik pada tanah yang bersolum dalam, Mempunyai lapisan Organik Yang tinggi, Dan Struktur tanahnya Remah dan Gembur, Mempunyai Aersi, Penyerapan Air, Juga Porositas baik. Sehingga pertukaran Oksigen dan pergerakan hara dan kemampuan penyimpanan airnya Optimal.

2. Tanah yang cocok adalah Latosol, Andosol dan Regosol.

3. Derajat keasaman tanah pH yang cocok untuk tanaman apel adalah 6-7 dan kandungan air tanah yang di butuhkan adalah air yang tersedia.

4. Dalam pertumbuhanya tanaman apel membutuhkan kandungan air tanah yang cukup.

5. Kelerengan yang terlalu tajam akan menyulitkan perawatan tanaman, Sehingga apabila masih memungkinkan di buat terasering maka tanah masih layak di tanamkan.

Ketinggian Tempat

Tanaman Apel dapat tumbuh dan berbuah baik pada ketinggian (700-1200 m dpl) Dan dengan ketinggian Optimal (1.000-1.200 m dpl).

Pedoman Budidaya

1. Pembibitan

Perbanyakan tanaman apel di lakukan secara Vegetatif dan generatif. Perbanyakan yang baik dan lama dan sering menghasilkan bibit yang menyimpang dari Induknya. Teknik perbanyakan generatif di lakukan dengan biji, Sedangkan perbanyakan Vegetatif di lakukan dengan Okulasi atau penempelan (Budding) Atau Sambungan (Grafting) dan Stek.

1. Persyaratan Benih : Syarat batang bawahmerupakan Apel liar, Perakaran luas dan kuat, Bentuk pohon kokoh, Mempunyai daya adaptasi yang tinggi, Sedangkan syarat mata tunas adalah berasal dari batang tanaman apel yang sehat dan memiliki Sifat-sifat Unggul.

2. Penyiapan Benih : Penyiapan benih di lakukan dengan cara perbanyakan batang bawah di lakukan Langkah-langkah sebagai berikut yang di bawah ini :

A. Anakan/Siwilan 

1. Ciri-ciri anakan yang diambil adalah setinggi 30 cm, diameter 0,5 cm, Dan kulit batang Kecoklatan.

2. Anakan diambil dari pangkal batang bawah tanaman produktif dengan cara menggali tanah di sekitar pohon, Kemudian anakan di cabut beserta Akar-akarnya secara berlahan-lahan dan Berhati-hati.

3. Setelah anakan di cabut, anakan di rompes dan cabang-cabang di potong, kemudian di tanam pada bedengan selebar 60 cm dengan kedalaman parit 40 cm.

B. Rundukan (Layering)

1. Bibit hasil rundukan dapat di peroleh dengan dua cara yaitu :

1. Anakan pohon induk liar : Anakan yang agak panjang di rebahkan melekat tanah, Lalu cabang di jepit kayu dan di itmbin tanah. Penimbunan di lakukan Tiap-tiap mata dan apabila telah cukup kuat tunas dapat di pisahkan dengan cara memotong cabangnya.

2. Perundukan tempelan batang sawah : Dilakukan pada waktu tempelan di buka (2 Minggu) Yaitu dengan memotong  2/3 bagian penampang batang sawah. sekitar 2 cm diatas tempelan, dan bagian atas karatan di benamkan di dalam tanah lalu di tekuk lagi keatas. Kemudian pada tekukan di beri penjepit kayu atau Bambu.

2. Setelah rundukan berumur sekitar 4 bulan, di lakukan pemisahan bakal bibit dengan cara memotong miring batang tersebut di bawah keratan atau tekukan. Lalu bekas luka diolesi defolatan.

C. Stek

Stek apel liar berukuran panjang 15-20 cm (Diameter seragam dan lurus), Sebelum di tanam bagian bawah stek di celupkan larutan Roton F untuk merangsang pertumbuhan Akar. Dan jarak penanaman (30 x 25 cm) Tiap bedengan di tanami dua baris, Dan stek siap diokulasi pada umur 5bulan, dan dia meter batang 1 cm dan perakaran cukup kuat.

Teknik Pembibitan

A. Penempelan.

1. Pilih batang bawah yang memenuhi syarat, yaitu yang telah berumur 5 bulan, dan diameter batang ± 1 cm dan kulit batangnya mudah di kelupas dari kayu.

2. Ambil mata tempel dari cabang atau batang sehat yang berasal dari pohon apel varietas unggul yang telah terbukti keunggulanya. caranya adalah dengan menyayat mata tempel beserta kayunya sepanjang 2,5-5cm. (Matanya Di Tengah-tengah) Kemudian lapisan kayu di buang dengan hati-hati agar matanya tidak Rusak.

3. Buat lidah kulit batang yang terbuka pada batang bawah setinggi ± 20 cm dari pangkal batang dengan ukuran yang di sesuaikan dengan mata tempel, Dan lidah tersebut diungkit dari kayunya dan di potong setengahnya.

4. Masukkan mata tempel kedalam lidah batang bawah sehingga menempel dengan baik Terus ikat temempelan dengan pita plastik putih dengan seluruh bagian tempelan.

5. Setelah 2-3 Minggu, Ikatan tempelan dapat di buka dan semprot/kompres dengan (ZPT). Kemudian tempelan yang jadi mempunyai tanda mata tempel yang berwarna hijau segar dan melekat.

6. Pada okulasi yang jadi, Kerat batang sekitar 2 cm diatas okulasi dengan posisi melintang sedikit condong keatas sedalam 2/3 bagian penampang. Tujuan untuk Mengkonsentrasiakan pertumbuhan sehingga memacu pertumbuhan mata Tunas.

B. Penyambungan

1. Batang atas (Entres) berupa cabang (Pucuk cabang lateral).
2. Batang bawah di potong pada ketinggian 20 cm dari leher akar.
3. Potong pucuknya dan belah bagian tengah batang bawah dengan panjang 2-5 cm.
4. Cabang entres di potong sepanjang 15 cm (3 mata) Dan dauny di buang, Kemudian pangkal batang atas di iris berbentuk baji. Dan panjang irisan sama dengan panjang belahan batang bawah.
5. Btang atas di sisipkan kedalam batang bawah, Sehingga kambium keduanya dapat bertemu.
6. Ikat sambungan dengan tali plastik serapat mungkin.
7. Kerudungi setiap sambungan dengan kantung plastik, Kemudian setelah berumur 2-3 minggu kerudung plastik dapat di buka untuk melihat keberhasilan sambungan.

Pemeliharaan Pembibitan

Pemeliharaan batang bawah meliputi :

A.Pemupukan : Pemupukan di lakukan 1-2 bulan sekali dengan urea dan TSP Masing-masing 5 gram per tanaman (Di sebar mengelilingi) di sekitar tanaman.

B. Penyingan : Waktu penyiangan tergantung pada pertumbuhan gulma.

C. Pengiran : 1 Minggu sekali (Apabila tidak Hujan).

D. Pemberantasan Hama dan Penyakit : Di semprotkan pestisida 2 kali tiap bulan dengan memperhatikan gejala serangan, Fungisida yang di pergunakan adalah (Antracol atau Dithane). Sedangkan insektisida adalah (Supracide atau Decis). Bersama dengan ini Dapat pula di berikan Pupuk daun, Dan di tambah perekat (Agristic).

Pemindahan Bibit

Bibit okulasi grafting atau (Penempelan dan sambungan) dapat di pindahkan ke lapang pada umur minimal 6 bulan setelah okulasi. Di Potong-potong hingga 80-100 cm dan daun di rompes.

Pengolahan Media Tanam

1. Persiapan : Persiapan yang di perlukan adalah Persiapan pengolahan tanah dan pelaksanaan survai. Dan tujuan untuk mengetahui jenis tanaman, Kemiringn tanah, Kedaan tanah, Menentukan kebutuhan tenaga kerja, Bahan peralatan, Dan biaya yang di butuhkan/perlukan.

2. Pembukaan Lahan : Tanah diolah dengan cara menyangkul tanah sekaligus membersihkan Sisa-sisa tanaman yang masih tertinggal.

3. Pembentukan Bedengan : Pada tanaman Apel bedeng hampir tidak di perlukan, Tetapi hanya peninggian alu penanaman.

4. Pengapuran :  Pengapuran bertujuan untuk menjaga keseimbangan pH tanah, Pengapuran hanya di lakukan apabila pH Tanah kurang dari 6.

5. Pemupukan : Pupuk yang di berikan pada pengolahan lahan adalah pupuk kandang sebanyak (20 gram) per lubang tanam yang di campur merata dengan tanah, Setelah itu di biarkan selama 2 Minggu.

Teknik Penanaman

1. Penentuan Pola Tanam : Tanaman apel dapat di tanam secara monokultur maupun intercroping, Intercroping hanya dapat di lakukan apabila tanah belum tertutup tajuk-tajuk daun sebelum 2 tahun. Tetapi pada saat ini, setelah melalui beberapa penelitian intercroping pada tanaman apel dapat di lakukan dengan tanaman yang berhabitat rendah, Seperti : Cabai, Bawang Dan yang lainya. Tanaman apel tidak dapat di tnam pada jarak yang terlalu rapat karena akan menjadi sangat rimbun yang akan menyebabkan kelembaban Tinggi, Sirkulasi Udara kurang, Sinar matahari terhambat dan meningkatkan pertumbuhan penyakit Jarak tanam yang ideal untuk tanaman apel tergantung varietas. Untuk varietas manalagi dan Prices Moble adalah 3-3,5 x 3,5 m, Sedangkan untuk varietas Rome Beauty dan Anna dapat lebih pendek yaitu 2-3 x 2,5-3 m.

2. Pembuatan Lubang Tanam : Ukuran lubang tanm antara (50 x 50 x 50 cm) Sampai (1 x 1 x 1 m). Tanah atas dan tanah bawah di pisahkan, Masing-masing di campur pupuk kandang Kurang lebih 20 kg, Kemudian tanah di biarkan selama 2 minggu, Dan menjelang tanam tanah galian di kembalikan sesuai dengan asal mulanya.

3. Cara Penanaman : Penanaman apel di lakukan baik pada musim hujan atau kemarau (Di sawah) untuk lahan tegal dianjurkan pada musim hujan. Nah berikut di bawah ini cara menanam bibit apel adalah :

1. Masukkan tanah bagian bawah bibit kedalam lubang tanam.

2. Masukkan bibit di tengah lubang sambil diatar perakaranya agar menyebar.

3. Masukkan tanah bagian atas dalam lubang sampai sebatas akar dan di tambah tanah galian lubang tersebut.

4. Apabila semu tanh telah masuk, Kemudian tanah di tekan-tekan secara perlahan dengan tangan agar agar bibit tertanam kuat dan lurus. Dan untuk menahan angin, Bibit dapat di tanam pada ajir dengan ikatan longgar.

Pemeliharaan Tanaman

1. Penjarangan Dan Penyulaman : Penjarangan tanaman tidak di lakukan. Sedangkan penyulaman di lakukan pada tanaman yang mati atau di matikan karena tidak menghasilkan dengan cara menanam tanaman barumenggantikan tanaman yang lama. Penyulaman sebaiknya di lakukan pada musim hujan.

2. Penyiangan : Penyiangan hanya di lakukan di sekitar tanaman induk terdapat banyak gulma yng dinggap dapat mengganggu tanaman. Pada kebun yang di tanami apel dengan jarak tanam yang rapat sehingga Rumput-rumput tidak dapat tumbuh.

3. Pembubunan : Penyiangan yang biasanya di ikuti dengan pembubunan tanah, Pembubunan di maksutkan untuk meninggikan kembali tanah di sekitar tanaman agar tidaaak tergenang air dan juga untuk menggemburkn tanah. Pembubunan biasanya di lakukan setelah Panen atau bersamaan dengan pemupukan.

4. Perempalan/Pemangkasan : Bagian yang perlu di pangkas adalah bibit yang baru di tanam setinggi 80 cm, Tunas yang tumbuh di bawah 60 cm, Tunas-tunas ujung beberapa ruas dari pucuk, 4-6 mata dan bekas tangkai buah, Knop yang tidak subur, Cabang yng berpenyakit, Dan tidak produktif. Cabang yang menyulitkan bulan sampai di dapat bentuk yang di inginkan 4-5 tahun.

5. Pemupukan : Musim hujan/Tanah sawah. Bersamaan rompes daun.

Hama Dan Penyakit 

1. Hama. Kutu hijau (Aphis pomi Geer) 

Ciri : Kutu dewasa berwarna hijau kekuningan, Antena pendek, Panjang tubuh 1,8 mm, Ada yang bersayap dan ada pula tidak bersayap. Panjng sayap 1,7 mm, Berwarna hitam dan perkembangbiakan sangat cepat, telur dapat menetas dalam 3-4 hari.

Gejala : 1. Nimfa maupun kutu dewasa menyerang dengan menghisap cairan Sel-sel, Daun secara berkelompok di permukaan daun muda, terutama di ujung tunas muda, Tangkai cabang, bunga, dan buah,

2. Kutu menghasilkan embun madu yng akan melapisi permukaan daun dan merangsang tumbuhnya jamur hitam (Embun jelaga) Dan daun berubah bentuk Mengkerut, Leriting, Terlambat berbunga, Buah-buah muda gugur, Jika tidak mutu buahpun terlihat jelek.

Pengendalian

1. Sanitasi kebun dan pengaturan jarak tanam jangan terlalu rapat.
2. Dengan musuh alami coccinellidae lycosa.
3. Dengan penyemprotan Supracide 40 EC (Ba Metidation) Dosis 2 cc/liter air atau 1-1,6 liter.
4. Supracide 40 EC dalam 500-800 liter/ha air dengn interval penyemprotan 2 minggu sekali.
5. Convidor 200 SL (b.a. Imidakloprid) Dosis 0,125-0,250 cc/liter air.
6. Convidor 200 SL dalam 600 liter/h air dengan interval penyemprotan 10 hari sekali.
7. Convidor tersebut dapat mematikan sampai Telur-telurnya, Cara penyemprotan dari atas ke bawah. Dan penyemprotan di lakukan 1-2 minggu sebelum pembungaan dan di lanjutkan 1-1,5 bulan setelah bunga mekar sampai 15 hari sebelum Panen.

2. Tungau, Spinder mite, Cambuk merah, (panonychus Ulmi)

Ciri : Warna mewrah tua, Panjang 0,6 mm.

Gejala

1. Tungau menyerang daun dengan menghisap cairan Sel sel daun.
2. Pada serangan hebat menimbulkan bercak kuning buram, cokelat, Dan mengering.
3. Pada buah yang menyebabkan bercak Keperak-perakan atau cokelat.

Pengendalian

1. Dengan musah alami coccinellidae dan lycosa.
2. Penyemprotan Akarisida Omite 570 EC sebanyak 2 cc/liter air atau 1 liter Akarisida Omite 570 EC dalam 500 liter air/hektar dengan interval 2 minggu.

3. Trips

Ciri : Berukuran kecil dengan panjang 1 mm, nimfa berwarna putih Kekuning-kuningan , Dewasa berwarna cokelat kehitam-hitaman, Bergerak dengan cepat dan apabila di sentuh akan segera terbang menghindar.

Gejala

1. Menjerang daun, kuncup/tunas, dan buah yang masih sangat muda.
2. Pada daun terlihat Berbintik-bintik putih, kedua sisi daun menggulung keatas dan pertumbuhan tidak normal.
3. Pada ujung daun tunas mengering dan gugur.
4. Pada daun meninggalkan bekas luka yang berwarna cokelat keabu-abuan.

Pengendalian

1. Secara mekanis dengan membuang Telur-telur pada daun dan menjaga agar lingkungan tajuk tanaman tidak terlalu rapat.

2. Penyemprotan dengan intektisida seperti lannate 25 WP (b.a. Methomyl) dengan dosis 2 cc/liter air atau Lebaycid 550 EC (b.a. Fention) dengan dosis 2 cc/liter air pada saat tanaman sedang bertunas, Berbunga, Dan pembentukan buah.

4. Ulat Daun (Spodopteralitura)

Ciri : Larva berwarna hijau dengan Garis-garis Abu-abu memanjang dari abdomen sampai kepala. Pada lateral larva terdapat bercak hitam yang berbentuk lingkaran atau setengah lingkaran. Meletakkan telur secara berkelompok dan di tutupi dengan rambut halus yang berwarna cokelat muda.

Gejala : Menyerang daun, Mengakibatkan Lubang-lubang tidak teratur hingga Tulang-tulang daun.

Pengendalian.

1. Secara mekanis dengan membuang Telur-telur pada daun
2. Penyemprotan dengan penyemprotan seperti Tamaron 200 LC (b.a. Metamidofos) Dan Nuvacron 20 SCW (b.a. Monocrotofos).

5. Serangga Penghisap Daun (Helopelthis Sp)

Ciri : Helopelthis theivora dengan abdomen warna hitam dan merah, sedangkan helopelthis Antoni dengan abdomen warna merah dan putih, Serangga berukuran kecil,panjang nimfa yang baru menetes 1 mmdan panjang serangga dewasa 6-8 mm. Pada bagian thoraknya terdapat benjolan yang menyerupai jarum.

Gejala : Menyerang pada pagi hari, Sore atau pada saat keadaan berawan. Menyerang daun muda,Tunas dan buah buah dengan cara menghisap cairan sel, Daun yang terserang menjadi coklat dan perkembanganya tidak simetris, Tunas yang terserang menjadi coklat, Mengering dan akhirnya mati juga, Serangan pada buah menyebabkan buah menjadi bercak bercak coklat, nekrose, dan apabila buah membesar, Bagian bercak bercak ini pecah, yang menyebabkan kualitas buah menurun.

Pengendalian :

1. Secara mekanis dengan cara pengerondongan atap plastik/pembelonsongan buah.
2. Penyemprotan dengan insektisida seperti : Lannate 25 WP (b.a. Metomyl), Baycarb 500 EC (b.a. BPMC) Yang di lakukan pada sore hari atau pagi hari.

6. Ulat Daun Hitam (Dasychira Inclusa Walker)

Ciri : Larva mempunyai 2 jambul dekat kepala berwarna hitam yang mengarah kerah samping kepala, Dan pada bagian badan terdapat 4 jambul yang merupakan kumpulan serta berwarna coklat Kehitam-hitaman. Di sepanjang 2 sisi tubuh terdapat rambut yang berwarna Abu-abu dan panjang larva 50 mm.

Gejala : Menyerang daun muda dan yang tua, Dan tanaman yang terserang tinggal tulang Daun daunya dengan kerusakan 30%. Dan pada siang hari larva bersembunyi di balik daun. 

Pengendalian :

1. Secara mekanis dengan membuang telur telur yang biasanya di letakkan pada daun.
2. Penyemprotan insektisida Seperti : Nuvacron 20 SCW (b.a. Monocrotofos) Dan matador 25 EC.

7. Lalat Buah (Rhagloletis Pomonella)

Ciri : Larva tidak berkaki, Setelah menetas dari telur 10 hari kemudian dapat segera memakan daging buah,Warna lalat hitam, Dan kaki Kekuning-kuningan lalu meletakkan telur pada buah,

Gejala : Bentuk buah menjad jelek,Dan terlihat benjol-benjol.

Pengendalian :

1. Penyemprotan insektisida kontak seperti Lebacyd 550 EC.
2. Membuat perangkat lalat jantan dengan menggunakan Methyleugenol sebanyak 0,1 cc lalu di teteskan pada kapas yang sudah di tetesi Insektisida 2 cc. Dan kapas tersebut di masukkan ke botol plastik (Bekas air mineral) Yang di gantungkan dengan ketinggian 2 meter,Karena aroma yang mirip Bau-bau yang di keluarkan sang betina, Maka si jantan tertarik dan menghisap kapas tersebut.

Penyakit

1. Penyakit Embun Tepung (Powdery Mildew)

 Penyebab : Padosphaera leucottich Salm. Dengan Stadia imperfeknya adalah oidium Sp.

Gejala :

1. Pada daun atas tampak Memutih atau putih, Tunas tidak normal, kerdil dan tidak berbuah,
2. Pada buah berwarna coklat, Dan berkutil coklat.

Pengendalian

1. Memotong tunas atau bagian yang sakit dan di bakar.
2. Dengan menyemprotkan fungisida Nimrod 250 EC (2,5-5 cc/10 liter air (500 liter/Ha) Atau Afugan 300 EC (0,5-1 cc/liter air (Pencegahan) Dan 1-1,5 cc/liter air Setelah perompesan sampai tunas berumur 4-5 minggu dengan interval 5-7 Hari.

Penyakit Becak Daun (Marssonina coronaria J.J. Davis)

Gejala : Pada daun umur 4-6 minggu setelah perompesan terlihat brecak putih yang tidak teratur, Berwarna coklat, Dan permukaan atas timbul titik-titik hitam, Di mulai dari daun tua, Daun muda hingga seluruh bagian Gugur.

Pengendalian :

1. Jarak tanam tidak terlalu rapat, Dan bagian yang terserang di buang atau di bakar.

2. Di semprot fungisida Agrisan 60 WP 2 gram/liter air, Dosis 1000-2000 gram/ha sejak 10 hari setelah rompes dengan interval 1 minggu sebanyak 10 Aplikasi atau delseme MX 200 2gram/liter air, Henlate 0,5 gram/liter air sejak umur 4 hari setelah rompes dengan interval 7 hari hingga 4 minggu.

3. Jamur upas (Cortisium salmonicolor berk et Br).

Pengendalian : Mengurangi kelembaban kebun, Dan menghilangkan bagian tanaman yang sakit.

4. Penyakit kanker (Botryosphaeria Sp)

Gejala : Menyerang batang/cabang (Busuk, Warna coklat kehitaman, Dan terkadang mengeluarkan cairan). Dan buah (Bercak kecil warna coklat muda, Busuk, Mengelembung, Berair, Dan warna buah memucat.

Pengendalian :

1. Tidak memanen buah terlalu masak.
2. Mengurangi kelembaban kebun.
3. Membuang bagian yang sakit.
4. Pengerokkan batang yang sakit kemudian diolesi fungisida Difolatan 4 F 100 cc/10 liter air atau Copper sandoz.
5. Di semprotkan Benomyl 0,5 gram/liter air, Antracol 70 WP 2 gram/liter air.

5. Busuk buah (Gloeosporium Sp)

Gejala : Bercak kecil coklat dan berbintik-bintik hitam berubah menjadi Orange.
Pengendalian : Tidak memetik buah terlalu masak, Dan pencelupan dengan Benomyl 0,5 gram/liter air untuk mencegah penyakit pada penyimpanan.

6. Busuk Akar (Armilliaria Melea)

Gejala : Menjelang tanaman apel pada daerah dingin basah, D itandai dengan layunya daun, Gugur, Dan kulit akar membusuk.

Pengendalian : Dengan Eradifikasi, Yaitu membongkar/Mencabut tanaman yang terserang beserta Akar-akarnya, Dan bekas lubang tidak di tanami minimal (1 tahun).

8. Panen

Ciri-ciri Dan Umur Panen

Pada umumnya buah apel dapat di panen pada umur 4-5 bulan setelah bunga mekar. Dan tergantung pada varietas dan iklim. Rome beauty dapat di petik pada umur sekitar 120-141 hari dari bunga mekar, Dapat di panen pada umur 141 hari setelah bunga mekar dan Anna sekitar 100 hari. Tetapi pada musim hujan dan tempat yang lebih tinggi, Umur buah lebih panjang.

Pemanenan yang paling baik di lakukan pada saat tanaman mencapai tingkat masak fisiologis (Ripening), Yaitu tingkat di mana buah mempunyai kemampuan untuk menjadi masak normal setelah di panen. Ciri masak fisiologis Buah apel adalah : Ukuran buah terlihat maksimal, Aroma buah mulai terasa, Dan warna buah tampak cerah segar dan apabila di tekan terasa (Kres).

Cara Panen

Pemetikan apel di lakukan dengan cara memetik buah dengan tangan secara serempk untuk setiap kebun.

Periode Panen

Priode panen apel adalah, 6 bulan sekali bedasarkan siklus pemeliharaan yang sudah di lakukan.

Prakiraan Produksi

Produksi buh apel sangatlah tergantung dengan Varietas, Dengan secara umum produksi apel adalah 6-15 kg/Pohon.

PascaPanen

1. Pengumpulan : Setelah di petik, Buah apel di kumpulkan pada tempat yng teduh atau tidak terkena sinar matahari langsung agar laju respirasi berkurang sehingga di dapatkan apel yang tinggi kualitas juga kuantitasnya. Penggumpulan di lakukan dengan Hati-hati kalau bisa jangan di tumpuk dan di lempar-lemparkan. Kemudian di bawa dengan keranjang di gudang untuk di seleksi.

2. Penyortiran dan penggolongan : Penyortiran di lakukan untuk memisahkan antara buah yang baik dan bebas dari penyakit dengan buah yang jelek atau buah yang berpenyakit. Agar penyakit tidak tertular keseluruhan buah yang di panen yang dapat menurunan mutu produ. Penggolongan di lakukan untuk mengklasifikasikan produk berdasarkan jenis variets, Ukuran dan kualitas buah.

3.Penyimpanan : Pada dasarnya buah apel dapat di simpan lebih lama di banding dengan buah-buahan yang lain, Misalnya, Rome beauty 21-28 hari (Umur petik 113-120 hari) Atau 7-14 hari (Umur petik 127-141 hari).Untuk penyimpanan lebih lama (4-7 bulan) Haruslah di simpan pada suhu minus 6-0 deajat C dengan precooling 2,2 derajat C.

4.Pengemasan Dan Transportasi : Kemasan yang di gunakan adalah kardus dengan ukuran (48 x 33 x 37 cm) Dengan berat 35 kg buah apel. Dasar dan diatas susunan apel perlu di beri potongan kertas dan di susun miring (Tangkaisejajar panjang kotak).Kemudian dasar kotak di isi 3-3 atau 2-2 atau juga berselang 3-2 saling menutup ruang antar buah.

10 Analisis Ekonomi Budidaya Tanaman

Analisis UsahaBudidaya : Perkiraan analisis budidaya apel skala 1 hektar selama masa tanam 6 tahun di daerah jawa timur pada tahun 1999 adalah seperti berikut :

a) Biaya Produksi1. Lahan sewa 10 tahun @ Rp. 1.000.000, - Rp. 10.000.000, -2. Bibit Tanaman 400 @ Rp. 3.500, - Rp. 1.400.000, -3. Pupuk Kandang- Tahun Ke-1, 67 m3 @ Rp. 15.000, - Rp. 1.005.000, -- Tahun Ke-2, 83 m3 Rp. 1.245.000, -- Tahun Ke-3, 100 m3 Rp. 1.500.000, -- Tahun Ke-4, 125 m3 Rp. 1.875.000, -- Tahun Ke-5, 150 m3 Rp. 2.250.000, -- Tahun Ke-6, 175 m3 Rp. 2.625.000, -4. Pupuk Urea- Tahun Ke-1, 80 kg @ Rp. 1.410, - Rp. 112.800, -- Tahun Ke-2, 100 kg Rp. 141.000, -- Tahun Ke-3, 145 kg Rp. 204.450, -- Tahun Ke-4, 152 kg Rp. 214.320, -- Tahun Ke-5, 222 kg Rp. 313.020, -- Tahun Ke-6, 333 kg Rp. 469.530, -5. Pupuk SP 36- Tahun Ke-1, 65 kg @ Rp. 2.055, - Rp. 133.575, -- Tahun Ke-2, 85 kg Rp. 174.675, -- Tahun Ke-3, 100 kg Rp. 205.500, -- Tahun Ke-4, 100 kg Rp. 205.500, -- Tahun Ke-5, 111 kg Rp. 228.105, -- Tahun Ke-6, 166 kg Rp. 341.130, -6. Pupuk KCl- Tahun Ke-1, 26 kg @ Rp. 2.550, - Rp. 66.300, -- Tahun Ke-2, 50 kg Rp. 127.500, -- Tahun Ke-3, 73 kg Rp. 186.150, -- Tahun Ke-4, 152 kg Rp. 387.600, -- Tahun Ke-5, 333 kg Rp. 849.150, -- Tahun Ke-6, 500 kg Rp. 1.275.000, -7. Pupuk daun- Tahun Ke-1, 3 liter @ Rp. 54.000, - Rp. 162.000, -- Tahun Ke-2, 6 liter Rp. 324.000, -- Tahun Ke-3, 8 liter Rp. 432.000, -- Tahun Ke-4, 10 liter Rp. 540.000, -- Tahun Ke-5, 10 liter Rp. 540.000, -- Tahun Ke-6, 10 liter Rp. 540.000, -8. Obat Dan Pestisida (Antracol, Karathane, Nimrod, Dimecron, dll)- Tahun Ke-1 Rp. 3.000.000, -- Tahun Ke-2 Rp. 4.400.000, -- Tahun Ke-3 Rp. 4.840.000, -- Tahun Ke-4 Rp. 5.668.000, -- Tahun Ke-5 Rp. 8.400.000, -- Tahun Ke-6 Rp. 11.104.000, -9. PERALATAN- Cangkul 20 buah @ Rp. 15.000, - Rp. 300.000, -- Sprayer 3 buah @ Rp. 300.000, - Rp. 900.000, -- Gunting Pangkas 5 buah @ Rp. 50.000, - Rp. 250.000, -10. Tenaga Koperasi Karyawan Bhakti Samudera- Tenaga Tetap 1 orangutan Rp. 960.000, - Rp. 5.760.000, -- Pengolahan Lahan tahun Ke-1 15 HOK @ Rp. 5.000, - Rp. 75.000, -- Pengolahan Lahan tahun Ke-2-6, 40 HOK @ Rp. 200.000, - Rp. 1.000.000, -- Buat Lubang Tanam 70 HOK @ Rp. 5.000, - Rp. 350.000, -- Penanaman 30 HOK @ Rp. 5.000, - Rp. 150.000, -- Penyiangan 20 HOK / thn @ Rp. 100.000, - Rp. 600.000, -- Pemupukan- Tahun Ke-1 dan Ke-2, 30 HOK @ Rp. 150.000, - Rp. 300.000, -- Tahun Ke-3 40 HOK @ Rp. 5.000, - Rp. 200.000, -- Tahun Ke-4, 50 HOK @ Rp. 5.000, - Rp. 250.000, -- Tahun Ke 5, 65 HOK @ Rp. 5.000, - Rp. 325.000, -- Tahun Ke-6, 75 HOK @ Rp. 5.000, - Rp. 375.000, -- Pengendalian HPT- Tahun Ke-1, 24 HOK @ Rp. 5.000, - Rp. 120.000, -- Tahun Ke-2, 36 HOK @ Rp. 5.000, - Rp. 180.000, -- Tahun Ke-3, 48 HOK @ Rp. 5.000, - Rp. 240.000, -- Penyemprotan Hama- Tahun Ke-1, 50 HOK @ Rp. 5.000, - Rp. 250.000, -- Tahun Ke-2, 65 HOK @ Rp. 5.000, - Rp. 325.000, -- Tahun Ke-3, 60 HOK @ Rp. 5.000, - Rp. 300.000, -- Penyemprotan penyakit- Tahun Ke-1, 20 HOK @ Rp. 5.000, - Rp. 100.000, -- Tahun Ke-2, 30 HOK @ Rp. 5.000, - Rp. 150.000, -- Tahun Ke-3, 30 HOK @ Rp. 5.000, - Rp. 150.000, -- Penyabutan batang- Tahun Ke-2, 16 HOK @ Rp. 5.000, - Rp. 80.000, -- Tahun Ke-3, 20 HOK @ Rp. 5.000, - Rp. 100.000, -- Tahun Ke-4, 30 HOK @ Rp. 5.000, - Rp. 150.000, -- Tahun Ke-5, 50 HOK @ Rp. 5.000, - Rp. 250.000, -- Tahun Ke-6, 50 HOK @ Rp. 5.000, - Rp. 250.000, -- Pengairan- Tahun Ke-1, 2, 3: 30 HOK / tahun @ Rp. 150.000, - Rp. 450.000, -- Tahun Ke-4, 5, 6: 40 HOK @ Rp. 200.000, - Rp. 600.000, -- Pemangkasan- Tahun Ke-2, 22 HOK @ Rp. 5.000, - Rp. 110.000, -- Tahun Ke-3, 30 HOK @ Rp. 5.000, - Rp. 150.000, -- Tahun Ke-4, 50 HOK @ Rp. 5.000, - Rp. 250.000, -- Tahun Ke-5, 60 HOK @ Rp. 5.000, - Rp. 300.000, -- Tahun Ke-6, 60 HOK @ Rp. 5.000, - Rp. 300.000, -Jumlah Wesel Produksi selama 6 tahun Rp. 83.125.305, -2) Pendapatan (MULAI Produksi tahun Ke-3)1. Tahun Ke-3: 2.900 kg @ Rp. 5.000, - Rp. 14.500.000, -2. Tahun Ke-4: 3.825 kg @ Rp. 5.000, - Rp. 19.125.000, -3. Tahun Ke-5: 4.990 kg @ Rp. 5.000, - Rp. 24.950.000, -4. Tahun Ke-6: 6.760 kg @ Rp. 5.000, - Rp. 33.800.000, -Number pendapatan Rp. 92.375.000, -3) Keuntungan Dalam, 6 tahun Rp. 9.249.695, -4) Parameter kelayakan Pratama Afiliasi1. B / C ratio = 1,1

Menurut analisis Pudji Santoso dkk (1988) menunjukkan bahwa pada Bambang Sularso BEP apel pertanian di tanah sawah Rp. 33.916.000 untuk lahan tegal dan Rp. 45.034.000 dapat dicapai pada area minimal 0.164 ha (padi) dan 0,39 ha (dost). Ini berarti bahwa jika petani menanam apel lebih dari skala minimum, petani mendapat keuntungan.

Gambaran Peluang Agribisnis

Dalam hal agribisnis, apel tergolong tanaman yang sangat komersial. Hal ini didukung oleh beberapa alasan, yaitu:

1) Iklim: Apel merupakan tanaman yang selektif. Artinya apel merupakan tanaman yang hanya dapat tumbuh dan berkembang di daerah-daerah tertentu di mana iklim yang mendukung. Tanaman apel di banyak negara di dunia yang diproduksi oleh empat musim, sementara hanya beberapa daerah di daerah tropis sukses contoh Malang.

2) Pasar apple Indonesia; selama pasar Apple Indonesia diimpor dari negara-negara Eropa dan Australia. Sejak bekembangnya apel pasar di Indonesia secara bertahap diambil alih oleh produksi dalam negeri. Hal ini dapat dilihat bahwa data BPS menunjukkan peningkatan nasional apel produksi 7.303.372 ton (1984) menjadi 9.046.276 ton (1988), meningkat 17,5%. Target akhir adalah pemenuhan konsumsi nasional dan ekspor.

3) Faktor lain, yaitu, pengembangan komoditas agro sebagai apel dan pengembangan makanan olahan seperti bubur apel jelly apel dan apel.

Produksi Stanhdar

1. Ruang Lingkup

Standar produksi meliputi: persyaratan mutu, metode pengujian kualitas, metode pengambilan sampel dan cara pengemasan.

2. Diskripsi

3. Klasifikasi dan Standar Mutu

Kualitas standar selama ini berlaku:
a) Grade A = 15,9% (31-4 buah / kg)
b) Grade B = 45,2% (5-7 buah / kg)
c) Grade C = 29,6% (8-10 buah / kg)
d) Kelas D = 7,0% (11-15 buah / kg)

4. Pengambilan

Sampel diambil secara acak dari jumlah kemasan seperti terlihat di bawah. Sampel yang diambil dari masing-masing paket 20 buah dari bagian atas, tengah dan bawah. Contoh-contoh secara acak bertingkat (startified random sampling) sampai minimal 20 buah untuk analisis.

a. Jumlah dalam kemasan partai (lot) sampai 100, sampel yang diambil 5.
b. Jumlah dalam kemasan partai (banyak) 101-300, sampel yang diambil 7.
c. Jumlah dalam kemasan partai (banyak) 301-500, 9 sampel diambil.
d. Jumlah kemasan dalam partai (lot) 501-1000, 10 sampel diambil.
e. Jumlah dalam kemasan partai (banyak) lebih dari 1000, sampel diambil 15 (minimum).
Petugas pengambilan sampel harus memenuhi syarat orang-orang yang berpengalaman atau dilatih di muka dan memiliki hubungan dengan badan hukum.

5. Pengemasan

Apel dikemas dengan peti kayu / bahan lain yang cocok dengan berat bersih maksimum 30 kg. Label pada kemasan luar yang berbunyi sebagai berikut: nama item, ukuran kelas, jenis kualitas, nama / kode perusahaan, berat bersih, negara / tempat tujuan, hasil Indonesia, daerah asal.

Sekian terimakasih karena anda telah menyimak dan membaca artikel Tips Terbaik Budidaya Dan Menanam Apel tersebut, Semoga banyak manfaatnya untuk anda tentunya pengunjung saya http://sabdaalamnusantara.blogspot.com/2013/07/tips-terbaik-budidaya-dan-menanam-apel.html

Jumat, 12 Juli 2013

Tips Terbaik Menanam Dan Budidaya Anggur Di Dalam Pot

Buah anggur adalah merupakan tanaman buah yang berupa perdu merambat yang termasuk kedalam keluarga (Vitaceae) Buah anggur ini biasanya di gunakan untuk membuat Jus anggur, Jelly, Minuman Anggur. Minyak dan biji anggur dan kismis, Atau di namakan langsung. Buah ini juga sangat di kenal karena mengandung banyak senyawa (Polifenol) dan (Resveratol) yang berperan aktif dalam sebagai metabolisme tubuh. Serta mampu mencegah terbentuknya sel kanker dan berbagai penyakit yang lainya. Aktifitas ini juga terkait dengan adanya senyawa (Metabolit Sekunder) Di dalam buah anggur yang berperan sebagai senyawa (Antioksidan) yang mampu menangkal radikal Bebas.

Tanaman buah anggur ini telah di budidayakan semenjak tahun (4000 SM) Di timur tengah. Akan tetapi, proses pengolahan buah anggur tersebut menjadi minimum anggur baru di temukan pada tahunn (2500 SM) oleh bangsa mesir. Dan hanya beberapa waktu berselang. Proses pengolahan ini segera tersebar luas ke berbagai penjuru dunia. Yang mulai dari daerah di laut hitam, Spanyol, Jerman, Prancis dan Austria. Penyebaran buah anggur ini berkembang semakin pesat dengan adanya perjalanan Colombus yang membawa buah ini mengitari dunia.

Tanaman anggur tersebut selain bisa di tanam di kebun, juga dapat di tanam di dalam Pot. dan tidak hanya cukup dengan keindahan bentuk tanamanya saja yang kita dapatkan, Tetapi keindahanya juga dapat di lengkapi dengan buah yang bergelantungan pada Dahan-dahan kecilnya. Pemandangan yang indah seperti itu dapat kita ciptakan sekitar lingkungan rumah anda. Yang tentunya dengan Tips-tips yang sesuai dengan aturan yang baik dan benar serta memahami karakter tanaman tersebut supaya tidak susah berbuah. 

Tips Terbaik Menanam Dan Budidaya Anggur Di Dalam Pot


Salah satunya kelebihan menanam anggur di dalam Pot ini kita dapat membentuk tanaman tersebut seindah mungkin. Dengan membentuk percabanganya apalagi di tambah dengan munculnya Buah-buah yang terlihat Segar. Walaupun tujuanya untuk menghiasi lingkungan rumah anda atau di jadikan tanaman hias. Namun buah yang di hasilkan dapat juga di nikmati. dtidak hanya itu saja kelebihan dari buah anggur, tanaman anggur dalam Pot yang telah berbuah dan memiliki bentuk yang indah akan memiliki nilai jual yang lumayan tinggi di bandingkan bibit anggur yang hanya di tanam di polibag saja tidak berbentuk.

Berikut di bawah ini lansung saja kita membahas Tips Terbaik Budidaya Anggur Di Dalam Pot.

Pemilihan Pot

1. Langkah awal setelah adanya bibit kita menentukan pot yang akan di pergunakan. Perlu sekali anda ingat, Karena tujuan kita menciptakan keindahan tanaman hias maka pot haruslah yang bagus dan yang baik. Seperti pot dari Semen, pot plastik, atau pot dari tanah. Diameter permukaan pot haruslah lebih besar dari pada permukaan bawah atau sama besarnya.

2. Namun dari berbagai macam jenis bahan pot yang lebih baik untuk tanaman anggur adalah pot yang berbahan dasar Tanah. Hal seperti ini cukup baik pengaruhnya bagi tanaman anggur, Karena pot dari bahan dasar tanah memiliki Pori-pori pada bagian dasarnya yang dapat menyerap Air.

3. Sehingga akar tanaman tidak mudah kekeringan apabila terlambat menyiram dan tidak akan lembab apabila terlalu banyak air penyiraman. Maka anda pergunakanlah pot yang terbuat dari bahan dasar tanah. Untuk menunjang keindahan tanaman, Pot dari bahan dasar tanah tersebut saat ini banyak yang memiliki Ukira-ukiran yang canti pada bagian luarnya.

Media Tanam 

Media tanam yang di pergunakan untuk tanaman anggur di dalam Pot harus seesuai dengan karakteristik Tanaman. Media tanam yang cocok untuk buah anggur adalah dengan pasir dan pupuk kandang. Penjelasanya, karena pasir mudah di tembus oleh air dan akar tanaman anggur. Sebelum di masukkan kedalam Pot, Pasir dan pupuk kandang diaduk terlebih dahulu, Dan untuk lebih bagus lagim, Sepertiga bagian bawah Pot di isi dengan tanah yang gembur, Supaya menghambat keluarnya air dari Pot tersebut.

Tips Menanam Keadalam Pot

Yang pertama masukkan pecahan batu bata atau genting pada dasar Pot. Kemudian masukkan media tanam yang yang telah di campur Rata. Dan isi Pot sampai hampir penuh, Lalu buat lubang tanam pada tengahnya yang lebih besar sedikit dari Polibag yang di pakai Oleh Bibit.

Lalu polibag di lepas dan masukkan bibit tersebut pada lubang yang telah tersedia. kemudian alur posisi tanaman agar terlihat tegak. Dan Tutup permukaan dengan media tanam kembali. Selanjutnya siram tersenut, Jika telah selesai penyiraman maka permukaan tanah akan menurun hingga 5 cm dari bibir Pot. Hal seperti ini terjadi karena pemadatan media tanam. Seterusnya simpan tanaman di tempat yang terkena sinar matahari secara penuh.

Perawatan Tanaman

Perawatan tanaman yang di lakukan pada tanaman anggur yang ada di dalam Pot sama juga halnya seperti perawatan anggur yang di tanam di kebun. Namun perwatan tidak sesulit yang di lakukan di daerah kebun. Nah di bawah ini, Hal-hal yang perlu di perhatikan dalam merawat tanaman anggur dalam Pot tersebut, Antara lain seperti berikut di baah ini :

1. Penyiraman : Untuk melakukan penyiraman tanaman anggur di dalam Pot di lakukan setiap harinya, Dan di waktu Sore hari, Kemudian pada waktu penyiraman haruslah berhati-hati supaya percikan air tidak merusak media tanam yang berupa pasir dan pupuk kandang yang mudah bergerak apabila terkena Air, Dan jangan sampai merubah posisi akar.

2. Pemberian Ajir : Pemberian ajir pada tanaman anggur sangatlah penting, Agar bibit anggur tumbuh Lurus, Ajir bisa berupa kayu atau bilah Bambo setebal 1,5 cm dengan panjang 1 Meter. Ajir ini hanya berfungsi sebagai penyangga bibit sampai datang waktu pemangkasan Pertama.

3. Pada awal penanaman, Bibit anggur di ikat longgar dengan ajir, Dalam pertumbuhanya tanaman anggur dengan sendirinya akan tumbuh memanjat dengan bantuan sulur. Dan untuk memperoleh cabang yang menarik, Pohon anggur haruslah di beri penopang yang berfungsi sebagai panjatan. Panjatan ini di tanam di dalam Pot, Yang berupa bilah bambu setebal 2 cm dengn panjang 1, 5 m yang berupa lilitan Kawat.

4. Satu Pot di beri 4 bilahan bambu yang di tancapkan di pinggir Pot. Penopng bambu ini akan menjadikan tanaman anggur di dalam Pot bisa di lihat dari berbagai arah. Dan bentuk percambahanya pun bisa diatur sehingga dapat berbentuk bulat seperti Bola, Slinder, Paying dan sebagainya.

5. Pemupukan tanaman anggur yang baru di tanam dalam Pot dapat di beri pupuk Urea, Dan dosis yang di berikan cukup 1 sendok makan. Kemudian pupuk tersebut di berikan pada setiap 2 minggu sekali sampai tanaman berumur tiga bulan. Setelah tanaman anggur berumur 3 bulan, pupuk yang di berikan di perbanyak menjadi 2 sendok makan, Dan pupuk di berikan (Sebulan sekali).

Supaya Tanaman Anggur Cepat Berbuah

Hal yang paling penting supaya mempercepat tumbuhnya buah, Yaitu pemangkasan pada ranting yang menyebabkan bunga keluar dari cabang tersier. Ketika cabang tersier sudah berwarna cokelat atau sudah berumur 3 bulan, Pemangkasan boleh di lakukan. Dan pemangkasan hanya di lakukan pada cabang tersier dengan mata tunas menonjol. Pemangkasan ini di lakukan pada ruas ke 4 atau ke 5 dari pangkal cabang.

Pada pemangkasan pertama, Mulai dari bunga yang muncul biasanya masih berukuran Kecil. Dan jumlah mulai beransur-ansur akan bertambah pada pemangkasan ke 2, ke 3, dan seterusnya. Lalu bunga yang muncul setelah pemangkasan Lama-kelamaan akan mekar dan menghasilkan Buah-buah kecil yang berwarna Hijau. Lalu buah ini akan terus berkembang dan mencapai pertumbuhan maksimal setelah 105-110 hari sejak pemangkasan. Pada masa pertumbuhan buah tanaman anggur di dalam Pot perlu di siram setiap hari dan pemupukan di lakukan setiap bulan. Adapun pupuk yang di berikan berupa (NPK) sebanyak 2 sendok makan.

Sekian terimakasih karena anda telah menyimak dan membaca artikel Tips Terbaik Menanam Dan Budidaya Anggur Di Dalam Pot tersebut, Semoga banyak manfaatnya untuk anda tentunya pengunjung saya http://sabdaalamnusantara.blogspot.com/2013/07/tips-terbaik-menanam-dan-budidaya.html

Sabtu, 06 Juli 2013

Tips Terbaik Menanam Dan Budidaya Anggur

Buah anggur adalah merupakan tanaman buah yang berupa perdu merambat yang termasuk kedalam keluarga (Vitaceae) Buah anggur ini biasanya di gunakan untuk membuat Jus anggur, Jelly, Minuman Anggur. Minyak dan biji anggur dan kismis, Atau di namakan langsung. Buah ini juga sangat di kenal karena mengandung banyak senyawa (Polifenol) dan (Resveratol) yang berperan aktif dalam sebagai metabolisme tubuh. Serta mampu mencegah terbentuknya sel kanker dan berbagai penyakit yang lainya. Aktifitas ini juga terkait dengan adanya senyawa (Metabolit Sekunder) Di dalam buah anggur yang berperan sebagai senyawa (Antioksidan) yang mampu menangkal radikal Bebas.

Tanaman buah anggur ini telah di budidayakan semenjak tahun (4000 SM) Di timur tengah. Akan tetapi, proses pengolahan buah anggur tersebut menjadi minimum anggur baru di temukan pada tahunn (2500 SM) oleh bangsa mesir. Dan hanya beberapa waktu berselang. Proses pengolahan ini segera tersebar luas ke berbagai penjuru dunia. Yang mulai dari daerah di laut hitam, Spanyol, Jerman, Prancis dan Austria. Penyebaran buah anggur ini berkembang semakin pesat dengan adanya perjalanan Colombus yang membawa buah ini mengitari dunia.

Tips Terbaik Menanam Dan Budidaya Anggur 


Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari buah tanaman anggur maka kita harus mengetahui terlebih dahulu Hal-hal apa saja yang mendorong perkembangan tanaman anggur tersebut supaya tumbuh dengan sempurna. Berikut di bawah ini kita akan membahas Beberapa hal penting yang untuk melakukan Tips Terbaik Budidaya Anggur.

Iklim

Tanaman buah anggur sangat baik apabila di tanam di daerah yang memiliki ketinggian tanah yang tidak terlalu tinggi diatas permukaan laut. Seperti : Di tepian pantai yang memiliki musim kemarau yang cukup panjang, Diantaranya (4-7 Bulan).

Hal seperti ini dapat mempengaruhi tanaman buah anggur yang cukup besar pengaruhnya. Yaitu seperti : Angin yang terlalu kencang sangat tidak baik. Dan curah hujan yang baik adalah (800 mm/tahun). Dan sinar matahari yang banyak atau udara yang kering sangat baik untuk pertumbuhan (Vegetative) Dan pembuahan. Serta suhu yang harus Stabil adalah (31 C Pada siang hari) Dan (23 C) Untuk suhu untuk malam hari dengan kelembaban udara (75%-80%).

Media Tanam

Media tanam yang baik untuk tanaman anggur adalah tanah yang mengandung Pasir, Lempung, Gembur, Subur, Dan banyak mengandung humus serta unsure hara yang di butuhkan tanaman anggur. Kemudian untuk derajat keasaman anggur yaitu (7 Netral).

Ketinggian Tempat 

Tanaman anggur akan tumbuh dengan baik apabila di tanam  pada daerah yang memiliki ketinggian tanah (5-1000 m dpl) Dan ketinggian tanah yang baik untuk tanaman anggur jenis (vitis vinivera) yaitu  (1-3000 m dpl). Sedangkan untuk jenis (vitis labrusia) yaitu (1-8000 m dpl).

Persiapan Benih

Benih untuk tanaman anggur dapat di peroleh dengan 2 cara, Generative (Biji) Dan generatif seperti : Cangkok, Setek cabang, Setek mata, Dan penyambungan. Namun, Pengadaan bibit anggur yang cukup mudah adalah dengan setek. Dan bibit setek yang baik mempunyai Ciri-ciri seperti berikut ini.

1. Panjang setek sekitar (25 cm).

2. Yang terdiri dari 2-3 ruas dan diambil dari pohon induk yang telah berumur diatas 1 tahun.

3. Berbentuk bulat berukuran sekitar (1 cm).

4. Kulit berwarna coklat muda dan cerah dengan bagian bawah kulit berwarna hijau, Berair, Dan bebas dari Noda-noda Hitam.

5. Mata tunas yang sehat berukuran besar dan tampak padat, Sedangkan mata tunas yang tidak sehat ukuranya kecil dan ujungnya tampak memutih seperti Kapuk.

Bibit dari setek yang akan di tanam haruslah telah memiliki akar yang cukup panjang, Yaitu sekitar 10 cm dan telah memiliki 2 lembar daun yang telah berkembang penuh.

Tips Menyemai Benih

Berikut ini Tips menyemai benih yang berasal dari benih (vegetative setek).

1. Ranting yang akan di setek di pilih yang sudah berwarna cokelat, Dengan ukuran Kira-kira sebesar (Pensil). Kemudian ranting tersebut Di Potong-potong, Lalu setiap potongan ranting terdiri atas 3 tunas.

2. Bibit di semai terlebih dahulu di lapot atau di tempat yang lain, Dengan waktu selama 5 hari.

3. kemudian pindahkan bibit pada media semai yang lebih besar, Atau memakai polibag dengan media tanam tanah, Pupuk kandang, Dan pasir dengan perbandingan 1 : 1 : 1.

4. Setelah daun telah mengembang dengan sempurna, Polibag bisa di pindahkan ketempat yang terkena sinar Matahari.

5. Selama dalam persemaian tanaman anggur di siram di setiap hari, Tetapi jangan sampai air siraman tergenang. Penyemaian di letakkan di tempat yang teduh dan lembab dengan lama waktu 2 bulan. Selama 2 bulan biasanya tanaman anggur biasanya akan tumbuh dan berakar banyak sehingga telah siap untuk di Tanam.

6. Penanaman pada lahan terbuka di lakukan pada awal musim Kemarau.

Tips Langkah-langkah Memperoleh Bibit Dengan Di Cangkok

1. Sediakan media cangkok yang terdiri dari pasir dan pupuk kandang dengan perbandingan (1 : 1).

2. Pilih ranting yang akan di cangkok yang sudah berwarna cokelat, Dengan ukuran jari kelingking, Dan yang lurus.

3. Kemudian ranting di kupas dengan panjang 3 cm.

4. Lalu bersihkan lender yang menempel pada ranting, Dan biarkan sampai mengering, Setelah kering bungkus dengan media cangkokak dengan ukuran sepanjang tangan. Lalu balutkan dengan bungkus plastik bening dan ikat dengan Raffia.

5. 2 Minggu setelah pencangkokan akar telah mulai tumbuh, Dan 2 minggu selanjutnya cangkokan sudah dapat di potong.

6. Lalu cangkokan di tanam di polibag yang berukuran (20 cm x 20 cm) Selama 2 minggu. Dengan media tanam pasir, Pupuk kandang atau humus dengan perbandingan (1 : 1).

7. Sebelum di pindahkan ke dalam polibag, Platik pembungkus cangkokan di Sayat-sayat agar akar dalam cangkokan tidak terhambat pertumbuhanya.

8. Polibag tersebut harus di siram setiap hari dan di simpan di tempat yang teduh selama 2 minggu. Setelah itu cangkokan setiap di tanam di lahan terbuka atau Kebun.

Pengolahan Lahan Atau Kebun   

Yang pertama lahan haruslah di bersihkan, Kemudian lahan di cangkul supaya gembur dan subur, pH untuk tanaman anggur harus Normal (Tidak terlalu asam atau kurang). Buat jarak tanam dengan ukuran (60 x 60 cm) Dan biarkan lubang tanam supaya terkena sinar Matahri selama (2-4 minggu) Dan jangan sampai lahan tersebut terhalang oleh pohon yang lain untuk mendapatkan sinar matahari yang Penuh.

Cara Menanam Anggur (Memelihara Anggur)

Di setiap bibit di sediakan air supaya tanaman anggur dapat merambat keatas, Dan sediakan juga penopang atau hamparan diatas dengan ketinggian 2 m.

Penyulaman Dan Penjarangan

1. Penyulaman di lakukan apabila ada tanaman yang mati atau sakit, Maka harus segera di ganti, Pemeriksaan ini di lakukan setiap hari pada saat penyiraman di lakukan agar tanaman anggur dapat tumbuh dengan sempurna.

2. Penjarngan di lakukan setelah tanamn anggur mulai berbuah, Hal seperti ini sangtlah penting di lakukan untuk mendapatkan hasil yang baik, Sempurna dan berkualitas. Buah yang di buang yaitu buah yang memiliki Ciri-ciri Seperti berikut.

A. Bertangkai panjang.
B. Bentuk tidak sempurna.
C. Berada di sebelah dalam.
D. Buah terbentuk tampa adanya persarian

3. Penjarangan di lakukan 2 kali, Tahap yang pertama, Dilakukan pada tanaman yang berumur 1 bulan setelah ada pentil. Tahap ke 2, Di lakukan 2 minggu setelah penjarangan tahap pertama.  

4. Agar kualitas buah tetap terjaga tentunya perlu di lakukan pembrongsongan atau (Pembungkusan) buah. pembrongsongan di lakukan apabila dalam 1 dompel atau (Setangkai) Terdapat 2 atau 3 buah yang sudah masak. Dan pembungkusan bisa memakai dengan kertas  semen atau kardus.

Penyiangan

Penyiangan di lakukan untuk menjaga kebersihan lingkungan tanaman dari tanaman pengganggu dan gulma. Agar pupuk yang di berikan tidak diambil oleh tanaman pengganggu tersebut.

Perempalan

Peremplan ini dalah cara untuk membuang tunas yang tidak perlu dan membiarkan satu tunas yang baik sebagai batang pokok. Perempalan terbagi dari 2 bagian, Perempalan betuk, Dan perempalan untuk pembuahan.

Pemupukan

Pemupukan ada 2 masa, Yaitu seperti berikut ini.

1. Pemupukan tanaman muda (0-1 tahun) Umur (0-3 bulan) 10 gram urea di lakukan 10 hari sekali. Dan umur (3-6 bulan) 15 gram urea di lakukan 15 hari sekali. Terus umur (6-12 bulan) 50 gram urea, cara pemberian pupuk dengan larikan melingkar di sekeliling tanaman dengan diameter (10-20 cm).

2. Pemupukan tanaman dewasa (1 tahun - selanjutnya). Dan umur 21 hari sebelum perempaian 5 kaleng pupuk kandang, Kemudian umur 11 hari sebelum perempaian (80 gram TSP) atau (100 gram ZK) dan umur 7 hari sebelum perempaian (100 gram Urea).

Pengaiaran Dan Penyirman 

Hal yang perlu di perhatikan dalam penyiraman adalah : Tanaman tidak suka di genangi air, Tanaman anggur membutuhkan pengairan mulai dari penanaman sampai pemangkasan, Dan menjelang pemangkasan pemberian air di hentikan, Setelah pemangkasan 2-3 hari sebelumnya di beri air kembali sampai ujung ranting, Pemberian air di berikan sampai buahnya hampir masak. Dan setelah buah mulai tua, Pemberian air di hentikan agar buah tidak pecah dan membusuk.

Penyemprotan Pestisida

Penyemprotan insektisida di lakukan untuk mencegah hama yang mengganggu tanaman anggur, Penyemprotan insektisida harus di hentikan 15 hari sebelum masa panen.

Pengturan Bunga  

Setelah 2 minggu pemangkasan pembuahan, cabang tumbuh baru akan mengeluarkan Sulur-sulur pembentukan bunga yang keluar dari mata ke 3,4 dan 5. Apabila ada cabang yang tersier yang tidak mengeluarkan sulur, dapat diadakan pemotongan kembali dengan meninggalkan mata tunas. Hal seperti ini di lakukan untuk merangsang pertumbuhan sulur, cabang tersier yang baru muncul di sisakan 1 sulur saja, Agar menghasilkan rangkaian bunga yang besar dan buah berkualitas dan bermutu tinggi. 

Sekian terimakasih karena anda telah menyimak dan membaca artikel Tips Terbaik Menanam Dan Budidaya Anggur tersebut, Semoga banyak manfaatnya untuk anda tentunya pengunjung saya http://sabdaalamnusantara.blogspot.com/2013/07/tips-terbaik-menanam-dan-budidaya-anggur.html  

Jumat, 05 Juli 2013

Tips Budidaya Karet Unggul

Pohon karet para pertamakali tumbuh di negara Amerika selatan, Namun, Setelah percobaan Berkali-kali oleh (Henry Wickham). Pohon ini berhasil di kembangkan dan berkembang di Asia tenggara, Dimana pada saat ini tanaman ini banyak di kembangkan, Dan saat ini Asia merupakan sumber karet alami. Lebih dari setengah karet yang di pergunakan pada saat ini adalah (Sintetik). Tetapi beberapa juta Ton karet alami masih di produksi pada setiap tahun. Dan masih merupakan bahan penting bagi beberapa Industri termasuk (Otomotif dan Militer).

Tips Budidaya Karet Unggul (Pohon Karet Para)


Pendahuluan.

Tujuan utama pasaran karet (hevea brasiliensis) Indonesia adalah ekspor. Dan di pasaran Internasional (Perdagangan Bebas) Produk karet Indonesia Menghadapi persaingan Ketat.

Syarat Pertumbuhan

1.- Suhu udara (240C - 280C)
2.- Curah hujan (1.500 - 2.000 mm/Tahun)
3.- Penyinaran matahari antara (5-7 Jam/Hari)
4.- Kelembaban Tinggi.
5.- Kondisi tanah subur, Dapat meneruskan air dan tidak berpadas.
6.- Tanah Ber-pH 5-6 (Batas toleransi 3-8).
7.- Ketinggian lahan (200 m dpl).

Pedoman Teknis Budidaya

1. Pembibitan.
2. Persemaian perkecambahan.
3. Benih di semai di bedengan dengan lebar (1-1,2 m) Panjang sesuai tempat.
Tebarkaqn natural Glio yang telah terlebih dahulu di kembang biakkan dalam pupuk kandang (1 mg).
4. Bedengan di naungi Jerami/Daun Setinggi (1 m) di sisi timur Dan (80 cm) Di sisi baarat.
5. Benih di rendam (POC NASA) Selama (3-6 Jam) - (1 Tutup/Liter air).
6. Benih di semaikan lansung di siram larutan POC NASA (0,5 Tutup/Liter Air).
7. Jarak tanaman benih (1-2 cm).
8. Siram benih secara teratur, Dan benih yang normal akan berkecambah pada (10-14 hss) Kemudian di pindahkan ketempat persemaian Bibit.

Persemaian Bibit

1. Tanah di cangkul sedalam (60-75 cm) Kemudian dihaluskan dan di ratakan.
2. Buat bedengan setinggi (20 cm) Dan parit antar bedengan sedalam (50 cm).
3. Benih yang berkecambah di tanam dengan jarak (40x40x60 cm) Untuk akulasi coklat dan (20x20x60) Untuk akulasi hijau.
4. Penyiraman di lakukan secara teratur.
5. Pemupukan :
Pupuk Makro : (Di Berikan 3 bulan sekali) GT 1 : 8 gr urea, 4 gr TSP, 2 gr KCI Perpohon. LCB 1320 : 2,5 gr urea, 3 gr TSP, 2 gr KCI Perpohon. POC NASA : 2-3 cc/Liter air perbibit di siramkan (1-2 Minggu sekali).

Pembuatan Kebun Entres       

1. Cara penanaman dan pemeliharaan sama seperti menanam Bibit okulasi.
2. Bibit yang di gunakan dapat berbentuk bibit stump atau bibit polybag.
3. Jarak tanam (1,0 m x 1,0 m).
4. Pemupukan :
Pupuk Makro : (Di berikan 3 bulan sekali).
Tahun pertama : (10 gr urea, 10 gr TSP, dan 10 gr KCI/Pohon).
Tahun kedua : (15 gr urea, 15 gr TSP, 15 gr KCI/Pohon). 
POC NASA : 2-3 cc/Liter air perbibitdi siramkan 1-2 minggu sekali.

Okulasi, okulasi ada dua macam, Seperti, Okulasi coklat, dan Okulasi hijau.
Keteranganya : Okulasi coklat, Dan Okulasi hijau. Umur batang bawah (9-18 bulan) Dan 3-8 bulan diameter batang 10 cm dari tanah 2 cm. 1-1,5 cm kKayu akulasi,Dari kebun entres,Warna hijau tua dan coklat,diameter 1,5 - 3 cm.

Dari kebun Entres umur 1-3 Bulan, Warna masih hijau atau telah terbentuk 1-2 Payung. 

1. Teknik Okulasi  : Keduanya Sama saja
2. Buat jendela Okulasi Sepanjang (5-7 cm, Dan lebar 1-2 cm). 
3. Persiapkan mata Okulasi.
4. Pisahkan kayu dari kulit (Perisai).
5. Masukkan perisai kedalam Jendela. 
6. Membalut, Gunakan pita plastik / rafia tebal 0,04 mm.
7.Setelah 3 minggu, Pembalut di buka, Jika Pesriasi sedikit masih hijau segar,Maka Okulasi berhasil. Di ulangi 1-2 minggu kemudian.
8.Apabila bibit akan di pindahkan di potong miring batang bawah 10 cm diatas Okulasi.
9. Bibit Okulasi yang di pindahkan dapat berbentuk stum mata tidur, stum tinggi, stum mini,dan bibit polibag.

Pengolahan Media Tanam

1. Tanah di bongkar dengan cangkul atau Traktor, Kemudian di bersihkan dari sisa Akar.
2. Pembuatan teras untuk tanah dengan kemiringan (10 Derajat) Dan lebar minimal (1,5) dengan jarak antar teras tergantung dari jarak tanam.
3. Pembuatan rorak Atau (Kayu panjang) Pada tanah landai. Rorak berguna untuk menampung tanah yang tererosi. Apabila telah penuh isi rorak di tuangkan pada areal di sebelah atas rorak.
4. Pembuatan saluran penguras dan saluran pinggiran jalan yang sesuai dengan kemiringan lahan dan di perkeras.

Teknik Penanaman

1. 3.3.1.Penentuan pola tanaman
2. 0-3 th tumpangsari dengan padi Gogo, Jagung, Kedele.
3. 3 th tumpang sari dengan jahe atau kapulogo.
4. 3.3.2. Pembuatan lubang tanam.
5. Jarak tanam (7x3 m) (476 Bibit/ha0.
6. Lubang tanam :
A. Okulasi stump mini (60 x 60 x 60 cm)
B. Okulasi stump Tinggi (80 x 80 x 80 cm)

Cara Penanaman

1. Masukkan bibit dan plastiknya kedalam lubang tanah dan biarkan (2-3 minggu).
2. Buka kantong plastik, tebarkan natural glio yang telah di kembangbiakkan dalam pupuk kandang 1 minggu dan Lalu di timbun dengan tanah galian.
3. Siramkan POC NASA yang telah di campur air secara merata (1 tutup/liter air perpohon) Hasil akan lebih baik/bagus jika menggunakan super nasa.
Caranya : 1 Botol super nasa Di encerkan dalam 2 liter (2000 ml) air di jadikan larutan induk. Kemudian setiap 1 liter air di beri 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman di setiap pohon.

Pemeliharaan Tanaman

1. Penyulaman
Di lakukan pada saat tanaman 1-2 tahun

2. Pemupukan
Umur, Bulan.

Dosis POC NASA mulai awal tanam

0 - 36
2 -3 tutup / diencerkan secukupnya dan di siramkan di sekitar pangkal batang di setiap 4 -5 bulan sekali.
3 - 4 tutup / diencerkan secukupnya dan di siramkan di sekitar pangkal batang stiap 3 -4 bulan sekali.

Dosis POC NASA pada tanaman yang telah produksi tetapi tidak dari awal memakai POC NASA :

Tahap 1 : Aplikasikan 3 - 4 kali Berturut-turut dengan interval 1 - 2 bulan. Dan dosis 3 - 4 tutp / pohon.
Tahap ke 2 : Aplikasikan stiap 3 - 4 bulan sekali. Dan dosis 3 - 4 tutup / pohon.

Dengan cacatan : Akan lebih baik pemberian di selingi / ditambah super nasa 1 - 2 kali / tahun dengan dosis 1 botol untuk 3.000 tanaman.

Hama Dan Penyakit

Hama :
1. Kutu tanaman (Planococcus citri)
Gejala : Merusak tanaman dengan menghisap cairan dari pucuk batang dan daun muda. Bagian tanaman yang di hisap menjadi kuning dan kering.
Pencegahan : menggunakan BVR atau Pestona.

2. Tungau (Hemitarsonemus, Paratetranychus)
Gejala : Mengisap cairan daun muda, Daun tua, Pucuk, Sehingga tidak normal dan kerdil. Kemudian daun berguguran.
Pencegahan : Menggunakan BVR atau Pestona.

Penyakit

Penyakit yang menyerang di bagian akar, Batang Daun dan bidang sadap, Sebagian besar di sebabkan oleh jamur. Penyakit tersebut berikut antara lain :

1. Penyakit pada akar : Akar putih (Jamur Rigidoporus lignosus), Akar merah (Jamur Ganoderma pseudoferrum). Jamur Upas (Jamur Corticium salmonicolor).

2. Penyakit pada batang : Kanker bercak (Jamur Phytophthora palmivora). dan busuk pangkal batang (Jamur Botrydiplodia theobromae).

3. Penyakit pada bidang sadap : Kanker garis (Jamur Phytophthora palmivora) Mouldy rot (Jamur Ceratocystis fimbriata).

4. Penyakit pada daun : Embun tepung (Jamur Oidium heveae), Penyakit colletorichum (Jamur Coletotrichum gloeosporoides). Penykit Phytophthora (Jamur Phytophthora botriosa).

Pengendalian Dan Pencegahan Penyakit Karena Jamur     

1. Penanaman bibit sehat dan dari klon resisten
2. Pemupukan lengkap dan seimbang (Makro - Mikro) Dengan jenis pupuk, Dosis, Dan waktu yang tepat.
3. Taburkan natural Glio sebelum atau pada saat tanam sanitasi kebun.
4. Pemangkasan tanaman penutup yang terlalu lebat.
5. Bagian yang terserang secepatnya dddi musnahkan.
6. Penyadapan tidak terlalu dalam dan tidak terlalu dekat dengan tanah.
7. Pisau sadap steril. 
8. Khusus penyakit embun tepung : Daun berguguran lebih wal dan segera di pupuk nitrogen dengan dosis 2 kali lipat dan di semprot POC NASA 3 - 5 tutup/tangki.

Dengan Cacatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat di pergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan, tambahkan perekat perata AERO 810, Dosis 5 ml (1/2 Tutup tangki. Penyemprotan herbisida (Untuk gulma) Agar lebih Efektif dan efisien dapat di campur perekat perata AERO 810, Dosis 5 ml (1/2 Tutup/tangki).

Panen

Penyadapan pada umur 5 tahun. Dan dapat di lakukan selama 25 - 35 Tahun. Pemakaian POC NASA, HORMONIK Dan SUPER NASA Secara teratur akan mempercepat waktu penyadapan pertamakali dan memperlama usia produksi Tanaman.

Sekian terimakasih karena anda telah menyimak dan membaca artikel Tips Budidaya Karet Unggul tersebut, Semoga banyak manfaatnya untuk anda tentunya pengunjung saya http://sabdaalamnusantara.blogspot.com/2013/07/tips-budidaya-karet-unggul.html