Jumat, 05 Juli 2013

Tips Budidaya Karet Unggul

Pohon karet para pertamakali tumbuh di negara Amerika selatan, Namun, Setelah percobaan Berkali-kali oleh (Henry Wickham). Pohon ini berhasil di kembangkan dan berkembang di Asia tenggara, Dimana pada saat ini tanaman ini banyak di kembangkan, Dan saat ini Asia merupakan sumber karet alami. Lebih dari setengah karet yang di pergunakan pada saat ini adalah (Sintetik). Tetapi beberapa juta Ton karet alami masih di produksi pada setiap tahun. Dan masih merupakan bahan penting bagi beberapa Industri termasuk (Otomotif dan Militer).

Tips Budidaya Karet Unggul (Pohon Karet Para)


Pendahuluan.

Tujuan utama pasaran karet (hevea brasiliensis) Indonesia adalah ekspor. Dan di pasaran Internasional (Perdagangan Bebas) Produk karet Indonesia Menghadapi persaingan Ketat.

Syarat Pertumbuhan

1.- Suhu udara (240C - 280C)
2.- Curah hujan (1.500 - 2.000 mm/Tahun)
3.- Penyinaran matahari antara (5-7 Jam/Hari)
4.- Kelembaban Tinggi.
5.- Kondisi tanah subur, Dapat meneruskan air dan tidak berpadas.
6.- Tanah Ber-pH 5-6 (Batas toleransi 3-8).
7.- Ketinggian lahan (200 m dpl).

Pedoman Teknis Budidaya

1. Pembibitan.
2. Persemaian perkecambahan.
3. Benih di semai di bedengan dengan lebar (1-1,2 m) Panjang sesuai tempat.
Tebarkaqn natural Glio yang telah terlebih dahulu di kembang biakkan dalam pupuk kandang (1 mg).
4. Bedengan di naungi Jerami/Daun Setinggi (1 m) di sisi timur Dan (80 cm) Di sisi baarat.
5. Benih di rendam (POC NASA) Selama (3-6 Jam) - (1 Tutup/Liter air).
6. Benih di semaikan lansung di siram larutan POC NASA (0,5 Tutup/Liter Air).
7. Jarak tanaman benih (1-2 cm).
8. Siram benih secara teratur, Dan benih yang normal akan berkecambah pada (10-14 hss) Kemudian di pindahkan ketempat persemaian Bibit.

Persemaian Bibit

1. Tanah di cangkul sedalam (60-75 cm) Kemudian dihaluskan dan di ratakan.
2. Buat bedengan setinggi (20 cm) Dan parit antar bedengan sedalam (50 cm).
3. Benih yang berkecambah di tanam dengan jarak (40x40x60 cm) Untuk akulasi coklat dan (20x20x60) Untuk akulasi hijau.
4. Penyiraman di lakukan secara teratur.
5. Pemupukan :
Pupuk Makro : (Di Berikan 3 bulan sekali) GT 1 : 8 gr urea, 4 gr TSP, 2 gr KCI Perpohon. LCB 1320 : 2,5 gr urea, 3 gr TSP, 2 gr KCI Perpohon. POC NASA : 2-3 cc/Liter air perbibit di siramkan (1-2 Minggu sekali).

Pembuatan Kebun Entres       

1. Cara penanaman dan pemeliharaan sama seperti menanam Bibit okulasi.
2. Bibit yang di gunakan dapat berbentuk bibit stump atau bibit polybag.
3. Jarak tanam (1,0 m x 1,0 m).
4. Pemupukan :
Pupuk Makro : (Di berikan 3 bulan sekali).
Tahun pertama : (10 gr urea, 10 gr TSP, dan 10 gr KCI/Pohon).
Tahun kedua : (15 gr urea, 15 gr TSP, 15 gr KCI/Pohon). 
POC NASA : 2-3 cc/Liter air perbibitdi siramkan 1-2 minggu sekali.

Okulasi, okulasi ada dua macam, Seperti, Okulasi coklat, dan Okulasi hijau.
Keteranganya : Okulasi coklat, Dan Okulasi hijau. Umur batang bawah (9-18 bulan) Dan 3-8 bulan diameter batang 10 cm dari tanah 2 cm. 1-1,5 cm kKayu akulasi,Dari kebun entres,Warna hijau tua dan coklat,diameter 1,5 - 3 cm.

Dari kebun Entres umur 1-3 Bulan, Warna masih hijau atau telah terbentuk 1-2 Payung. 

1. Teknik Okulasi  : Keduanya Sama saja
2. Buat jendela Okulasi Sepanjang (5-7 cm, Dan lebar 1-2 cm). 
3. Persiapkan mata Okulasi.
4. Pisahkan kayu dari kulit (Perisai).
5. Masukkan perisai kedalam Jendela. 
6. Membalut, Gunakan pita plastik / rafia tebal 0,04 mm.
7.Setelah 3 minggu, Pembalut di buka, Jika Pesriasi sedikit masih hijau segar,Maka Okulasi berhasil. Di ulangi 1-2 minggu kemudian.
8.Apabila bibit akan di pindahkan di potong miring batang bawah 10 cm diatas Okulasi.
9. Bibit Okulasi yang di pindahkan dapat berbentuk stum mata tidur, stum tinggi, stum mini,dan bibit polibag.

Pengolahan Media Tanam

1. Tanah di bongkar dengan cangkul atau Traktor, Kemudian di bersihkan dari sisa Akar.
2. Pembuatan teras untuk tanah dengan kemiringan (10 Derajat) Dan lebar minimal (1,5) dengan jarak antar teras tergantung dari jarak tanam.
3. Pembuatan rorak Atau (Kayu panjang) Pada tanah landai. Rorak berguna untuk menampung tanah yang tererosi. Apabila telah penuh isi rorak di tuangkan pada areal di sebelah atas rorak.
4. Pembuatan saluran penguras dan saluran pinggiran jalan yang sesuai dengan kemiringan lahan dan di perkeras.

Teknik Penanaman

1. 3.3.1.Penentuan pola tanaman
2. 0-3 th tumpangsari dengan padi Gogo, Jagung, Kedele.
3. 3 th tumpang sari dengan jahe atau kapulogo.
4. 3.3.2. Pembuatan lubang tanam.
5. Jarak tanam (7x3 m) (476 Bibit/ha0.
6. Lubang tanam :
A. Okulasi stump mini (60 x 60 x 60 cm)
B. Okulasi stump Tinggi (80 x 80 x 80 cm)

Cara Penanaman

1. Masukkan bibit dan plastiknya kedalam lubang tanah dan biarkan (2-3 minggu).
2. Buka kantong plastik, tebarkan natural glio yang telah di kembangbiakkan dalam pupuk kandang 1 minggu dan Lalu di timbun dengan tanah galian.
3. Siramkan POC NASA yang telah di campur air secara merata (1 tutup/liter air perpohon) Hasil akan lebih baik/bagus jika menggunakan super nasa.
Caranya : 1 Botol super nasa Di encerkan dalam 2 liter (2000 ml) air di jadikan larutan induk. Kemudian setiap 1 liter air di beri 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman di setiap pohon.

Pemeliharaan Tanaman

1. Penyulaman
Di lakukan pada saat tanaman 1-2 tahun

2. Pemupukan
Umur, Bulan.

Dosis POC NASA mulai awal tanam

0 - 36
2 -3 tutup / diencerkan secukupnya dan di siramkan di sekitar pangkal batang di setiap 4 -5 bulan sekali.
3 - 4 tutup / diencerkan secukupnya dan di siramkan di sekitar pangkal batang stiap 3 -4 bulan sekali.

Dosis POC NASA pada tanaman yang telah produksi tetapi tidak dari awal memakai POC NASA :

Tahap 1 : Aplikasikan 3 - 4 kali Berturut-turut dengan interval 1 - 2 bulan. Dan dosis 3 - 4 tutp / pohon.
Tahap ke 2 : Aplikasikan stiap 3 - 4 bulan sekali. Dan dosis 3 - 4 tutup / pohon.

Dengan cacatan : Akan lebih baik pemberian di selingi / ditambah super nasa 1 - 2 kali / tahun dengan dosis 1 botol untuk 3.000 tanaman.

Hama Dan Penyakit

Hama :
1. Kutu tanaman (Planococcus citri)
Gejala : Merusak tanaman dengan menghisap cairan dari pucuk batang dan daun muda. Bagian tanaman yang di hisap menjadi kuning dan kering.
Pencegahan : menggunakan BVR atau Pestona.

2. Tungau (Hemitarsonemus, Paratetranychus)
Gejala : Mengisap cairan daun muda, Daun tua, Pucuk, Sehingga tidak normal dan kerdil. Kemudian daun berguguran.
Pencegahan : Menggunakan BVR atau Pestona.

Penyakit

Penyakit yang menyerang di bagian akar, Batang Daun dan bidang sadap, Sebagian besar di sebabkan oleh jamur. Penyakit tersebut berikut antara lain :

1. Penyakit pada akar : Akar putih (Jamur Rigidoporus lignosus), Akar merah (Jamur Ganoderma pseudoferrum). Jamur Upas (Jamur Corticium salmonicolor).

2. Penyakit pada batang : Kanker bercak (Jamur Phytophthora palmivora). dan busuk pangkal batang (Jamur Botrydiplodia theobromae).

3. Penyakit pada bidang sadap : Kanker garis (Jamur Phytophthora palmivora) Mouldy rot (Jamur Ceratocystis fimbriata).

4. Penyakit pada daun : Embun tepung (Jamur Oidium heveae), Penyakit colletorichum (Jamur Coletotrichum gloeosporoides). Penykit Phytophthora (Jamur Phytophthora botriosa).

Pengendalian Dan Pencegahan Penyakit Karena Jamur     

1. Penanaman bibit sehat dan dari klon resisten
2. Pemupukan lengkap dan seimbang (Makro - Mikro) Dengan jenis pupuk, Dosis, Dan waktu yang tepat.
3. Taburkan natural Glio sebelum atau pada saat tanam sanitasi kebun.
4. Pemangkasan tanaman penutup yang terlalu lebat.
5. Bagian yang terserang secepatnya dddi musnahkan.
6. Penyadapan tidak terlalu dalam dan tidak terlalu dekat dengan tanah.
7. Pisau sadap steril. 
8. Khusus penyakit embun tepung : Daun berguguran lebih wal dan segera di pupuk nitrogen dengan dosis 2 kali lipat dan di semprot POC NASA 3 - 5 tutup/tangki.

Dengan Cacatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat di pergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan, tambahkan perekat perata AERO 810, Dosis 5 ml (1/2 Tutup tangki. Penyemprotan herbisida (Untuk gulma) Agar lebih Efektif dan efisien dapat di campur perekat perata AERO 810, Dosis 5 ml (1/2 Tutup/tangki).

Panen

Penyadapan pada umur 5 tahun. Dan dapat di lakukan selama 25 - 35 Tahun. Pemakaian POC NASA, HORMONIK Dan SUPER NASA Secara teratur akan mempercepat waktu penyadapan pertamakali dan memperlama usia produksi Tanaman.

Sekian terimakasih karena anda telah menyimak dan membaca artikel Tips Budidaya Karet Unggul tersebut, Semoga banyak manfaatnya untuk anda tentunya pengunjung saya http://sabdaalamnusantara.blogspot.com/2013/07/tips-budidaya-karet-unggul.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar